Senin, 18 Mei 2009

QC MRI (Quality Control )

Hari ini kita belajar tentang QC MRI,bagi para radiografer yang memegang MRI hal ini sangatlah penting untuk dimengerti.Kenapa begitu?

Pernah gak Anda berpikir MRI yang sedang anda buat misalnya MRI kepala dengan slice thikness 5mm betul2 terjadi 5mm?

Apakah homogenitas gambar Anda juga sama?

Untuk itu kita perlu cek semua ini,Kebetulan saya menggunakan MRI merk Philips.

Sebelum kita cek MRi kita sebenarnya apa sih tujuannya :
1.Melihat apakah gambar yang kita buat homogen
2.Ketepatan jarak
3.Ketepatan thikness

Apa saja yang diperlukan :
1.Phantom


2.Head coil


Posisikan phantom tepat ditengan2 daripada head coil, yang sudah ada garis tengah tinggal di luruskan saja.masukkan coilnya di tengah alat MRI

atur parameter seperti di bawah ini :
Coil selection : head coil
FOV AP : 250
FOV RL : 250
Thickness : 5mm
Gapm: 0
Matrix : 256 x 256
untuk mendapatkan matrix nya ubah voxel size AP (mm):0.98 dan RL :0.98
TSE factor :15 TE :100 TR:550

Hasil Scan untuk melihat ketepatan jarak


Hasil scan untuk melihat homogenitas

Minggu, 10 Mei 2009

Tumor kepala dari tumor paru

Tumor kepala wih begitu mendenganrnya saja sudah merasa ngeri,Pada kasus yang ingin kita bedah hari ini adalah metastase tumor kepala dari tumor paru.


to be continued......

Rabu, 06 Mei 2009

Usia 3th Terserang spondylitis TB

Menurut dokter bedah orthopedi tidak banyak orang yang tahu tentang TB tulang. Mereka pikir selama ini TB hanya menyerang paru-paru. “Jangan remehkan kuman TB sebab dapat menyerang pada alat gerak dan kulit,” tegas Komang. TB tulang (tuberculous spondylitis) banyak menyerang anak-anak setelah TB paru. Sedangkan kasus TB tulang belakang, 50 % lebih banyak dibanding TB tulang lutut dan pinggul (sendi panggul).

Seringkali anak dibawa sudah dalam kondisi memburuk oleh orangtuanya. “Sebab, mereka tidak tahu kalau itu TB, anak-anak tidak dapat mengeluh rasa sakit ketika terserang penyakit ini,” jelas dokter orthopedic.

Pengobatan pertama yang biasa dilakukan berupa perbaikan umum yaitu memantau asupan gizi pasien dan memberi obat antiTB kalau belum ada kerusakan hebat dan muncul nanah. Kalau kedua usaha ini tidak dapat mencegah penyebaran kuman, maka dilakukan operasi yang bertujuan mengeluarkan nanah dan membersihkan jaringan yang mati.

Studi Kasus
Anak laki2 usia 3th mengelu
h saat usia 2th anak ini mengalami kejadia tidak bisa mengangkat kepala.Saat di periksa ke dokter diperkirakan kelemahan otot leher, pasien di coba untuk diterapi.Beberapa bulan kemudian anak tersebut tidak dapat berjalan.Dokter menyarankan untuk di periksa MRI kepala dan MRI thoracal, untuk melihat adanya kelainan.

Setelah di MRI di RS.Spesialis Husada Utama Surabaya menunjukkan hasil yang tidak diduga.

Anak yang masih kecil in
i usia masih 3th mengalami tuberkuloma pada cortex frontalis kanan dan pada hemisphere cerebelli kiri

Hasil MRI 1,5T Philips RS.Spesialis Husada Utama Surabaya T1W post Contrast

etelah di MRi Thoracal menunjukkan : spondylitis TB dengan paravertebral abcess setinggi TH 4 dan TH 5 ( disertai collaps vertebrae TH4 dan TH5) yang menekan spinal cord sehingga meyebabkan cord edema Th3-4 sampai TH6-7.Dan terdapat tanda2 leptomeningitis dan kompresi aorta descenden ke anterior oleh paravertebral abcess.


Hasil MRI 1,5T Philips MRI thoracal T2W menunjukkanadanya spondylitis TB