Dua Dokter Bedah Saraf Surabaya Diundang Seminar di Hongkong
Mansion 6 Kingston Street Causeway Bay Hongkong, agar tim dokter bedah saraf BSC datang ke Hongkong, karena telah sukses melakukan penyembuhan atas penyakit sarafyang dia derita.
Ok teman2 Radiografer sudah lama saya gak berbincang di Blog.Hari ini saya akan sharing bagaimana mengerjakan MRI kepala dengan kasus trauma kapitis, hal-hal apa saja yang akan kita lakukan.
1.Kita harus tahu dulu pengertian trauma kepala
2.Kita tahu modalitas apa yang cocok untuk pemeriksaan tersebut.apakah MRI or Ct scan
3.Jika need MRI, protokol apa yang cocok untuk pemriksaan tersebut
4.Ayo dikerjakan
TRAUMA KEPALA
Difinisi :
rauma pada kepala dapat menyebabkan fraktur pada tengkorak dan trauma jaringan lunak / otak atau kulit seperti kontusio / memar otak, edema otak, perdarahan atau laserasi, dengan derajat yang bervariasi tergantung pada luas daerah trauma.
Tipe Trauma kepala ada 2 yaitu :
•Trauma kepala terbuka
•Trauma kepala tertutup (Komusio serebri/Gegar otak, Kontusio serebri /Memar otak, Perdarahan sub dural, Perdarahan Intraserebral )
Untuk lebih jelas lagi tentang materi trauma kepala silahkan baca di http://belajar-mri.blogspot.com/2011/04/mri-dengan-kasus-trauma-kepala-function.html
Hal yang kedua yang harus kita ketahui adalah modalitas apa yang kita gunakan untuk kasus ini :
1.Jika kasusnya adalah kecelakaan modalitas imaging yang paling baik adalah CT scan
2.jika non hemorage yang paling baik adalah MRI
Hari ini saya akan bicara banyak tentang MRI
Apa perlunya MRI untuk kasus trauma kepala ?
•Bisa mendiagnosa adanya perdarahan
•Gold standart Ct scan terlebih dahulu dikerjakan (Jika kasus perdarahan/kecelakaan)
•Komplikasi dari trauma kepala adalah infeksi.
•Jika dalam beberapa hari ternyata pasien mengalami kondisi yang menurun, panas kemungkinan ada infeksi
•MRi baru bisa dilakukan
•Acute Infark---Mungkin trauma nya / jatuhnya karena akut infark terlebih dahulu
Jika di CT scan tidak ada perdarahan kemungkinan akut tromboemboli
•Kelainan vaskuler
•Infeksi –meningoencephalitis
Apa manfaat MRI bagi kaus ini
1.Kita akan lebih jelas mendiagnosa suatu penyakit non hemorage di MRI misal infark
2.Suabaracnoid bleading
3,Kelainan vaskuler
Protokol apa yang harus digunakan ?
•T2* Gradien echo_Ax
•T2W_TSE_Ax
•T2W_TSE_Sag
•T2W_TSE_Cor
•T1W_SE_Ax
•DWI_Ssh
•T2 Flair
T2* gradien echo saya taruh yang paling atas kerena jika ada kelaina perdarahan pakan penanganannya akan lebih cepat.
Scanogram
Irisan sejajar corpus calosum denga tebal 5mm gap 1 mm
| No | Sequence | FOV | Voxel size | matrix | FOD | Flip angle | TR | TE | Time |
| 1 | T2W_TSE | 230 | 0.8/1.85 | 256x180 | RL | 90 | 4027 | 100 | 1.40 min |
| 2 | T1W_SE | 230 | 0.9/1.12 | 256x163 | RL | 69 | 542 | 15 | 2.58 min |
| 3 | DWI_Ssh | 230 | 2.56/2.02 | 256x167 | RL | 90 | short | short | 0.17 min |
| 4 | T2_Flair | 230 | 0.96/1.19 | 240x144 | RL | 90 | 6000 | 120 | 1.12 min |
| 5 | T2*_FFE | 230 | 0.78/0.98 | 296x204 | RL | 18 | 423 | 14 | 1.150 min |
Image
Innovation defined: from the Latin innovátus, which means to renew. Innovation can, therefore, be seen as the process that renews something that already exists.
MRI research scientists, engineers and clinical experts have been delivering increasingly impressive MRI innovations for the past four decades. The library of MRI innovations has had a most profound effect on the way Radiologists make their diagnosis. Improvements in hardware design and clinical applications have brought MRI scanner technology to an unprecedented level of sensitivity and specificity - enabling early detection and more effective treatment of disease. This paradigm of continuous innovation has (in fact) saved lives, reduced human suffering and reduced the overall cost of delivering healthcare.
High Temperature Superconducting Coils (HTS) is the first in a series of MR innovations that TIME MEDICAL Systems will bring to the MR industry. HTS coils deliver increased Signal-to-Noise Ratio (SNR) to MR images primarily through the use of more efficient RF coil materials and design methods. Specifically, we've pioneered the use of liquid nitrogen-cooled RF coils made from materials such as YiBaCuO and BiSrTiCaO. Our HTS coils have demonstrated SNR gains of 50%, 100%, 200% and up to 500% in some cases. Our efforts are now focused on delivering an integrated HTS program featuring application-specific HTS coils (Brain, Spine, Body, Knee, Shoulder...).
The Hybrid PICA with HTS is the first Whole Body MRI Scanner to utilize HTS Coil Technology, representing an efficient alternative to costly high-field MRI technology. The Hybrid PICA with HTS offers efficient siting, patient comfort, advanced clinical performance and a platform of innovation sustained by HTS.
Waktu yang dibutuhkan komponen megnetisasi transfersal (Mxy) untuk meluruh hingga 37% dari nilai awalnya dinamakan waktu relaksasi transfersal atau T2 adalah konstan pada kuat medan magnet tertentu.Waktu relaksasi transversal menghasilkan pembobotan T2 yaitu citra yang kontrasnya tergantung pada kuat medan magnet tertentu.Waktu relaksasi transfersal menghasilkan pembobotan T2 Time.untuk mendapatkan T2 weighting.TE harus panjang untuk memberikan kesempatan lemak dan air untuk decay, sehingga kontras lemak dan air dapat tervisualisasikan dengan baik.Jika TE terlalu pendek maka baiklemak maupun air tidak punya waktu untuk decay sehingga keduanya tidak akan menghasilkan kontras gambar yang baik.
Spin echo konvensional adalah skuen yang paling banyak digunakan pada pemeriksaan MRI.Pada spin echo konvensional, segera setelah pulsa RF 90 diberikan, sebuah FID segera terbentuk.Dengan menggunakan kekeuatan radio frekuansi yang sesuai. akan terjadi transfer NMV 90 kemudian diikuti dengan rephasing pulse bersudut 180.
Spin echo menggunnakan eksitasi pulsa 90 derajat yang diikuti oleh satu atau lebih rephasing pulsa 180, untuk menghasilkan spin echo.Jika hanya menggunakan satu echo gambaran T1 weighted image dapat diperoleh dengan menggunkan TR pendek dan TE pendek.
Waktu relaksasi longitudinal menghasilkan pembobotan T1 yaitu citra yang kontrasnya tergantung pada perbedaan T1 time.T1 time adalah waktu yang diperlukan NMV untuk kembalinya 63% magnetisasi longitudinal dan dikontrol oleh TR karena TR mengontrol seberapa jauh vector dapat recover sebelum diaplikasikan RF berikutnya, maka untuk mendapatkan pembobotan T1, TR harus dibuat pendek sehingga baik lemak maupun air tidak cukup waktu untuk kembali ke Bo.sehingga kontras lemak dan air dapat tervisualisasi dengan baik.Jika TR panjang lemak dan air akan cukup waktu untuk kembali ke Bo dan recover magnetisasi longitudinal secara penuh sehingga tidak bisa mendemontrasikan keduanya dalam gambar
Edema otak adalah peningkatan kadar air di dalam jaringan otak baik intra maupun ekstraselular sebagai reaksi terhadap proses-proses patologis lokal ataupun pengaruh-pengaruh umum yang merusak.
PATOFISIOLOGI
Ada 3 tipe edema otak:
1. Edema Vasogenik
Terjadi karena kenaikan permeabilitas kapiler dan kerusakan sawar darah otak, sehingga cairan dari pembuluh darah masuk ke ruang ekstraselular terutama terletak dalam white matter.
Penyebabnya adalah tumor otak, trauma, abses otak, perdarahan otak dan meningitis bakteri.
2. Edema Sitotoksik
Terjadi karena gangguan permeabilitas membran sel sehingga terjadi penumpukan cairan di ruang intraselular dan penumpukan cairan tersebut terletak di dalam white dan grey matter.
Penyebabnya adalah hipoksia, hipoosmolar, iskemia, meningitis bakteri dan sindrom Rey.
3. Edema Hidrostatik
Terjadi karena adanya perbedaan tekanan hidrostatik di sistem ventrikel yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi dari cairan serebrospinal, cairan tersebut terletak di interstitial daerah periventrikular.
Penyebabnya adalah obstruksi hidrosefalus.
GEJALA KLINIS
Edema otak dimanifestasikan dengan adanya tanda-tanda kenaikan tekanan intrakranial, yaitu:
· Sakit kepala
· Muntah
· Gangguan kepribadian: irritable, pemarah, apatis dan penurunan prestasi sekolah
· Pada bayi-bayi didapatkan penambahan lingkar kepala lebih besar dari normal dan ubun-ubun besar menonjol
· Gangguan penglihatan: edema yang bersifat kronis dapat menyebabkan paralise N.VI
· Papil edema: biasanya didapatkan pada anak dengan fontanella yang telah menutup
· Gangguan motorik
Bagaimana gambaran edema otak berdasarkan prinsip relaksasi kenapa kok gambarannya berbeda dengan jaringan lain di sekitarnya ?
Ok mari kita bahas masalah ini
Kita harus tahu dulu kejadian edema otak ( lihat materi diatas )
Edema otak adalah peningkatan kadar air di dalam jaringan otak baik intra maupun ekstraselular sebagai reaksi terhadap proses-proses patologis lokal ataupun pengaruh-pengaruh umum yang merusak.
Nah kalau terjadi peningkatan kadar air dalam otak maka akan terjadi pasti ada perbedaan densitas pada daerah yang ada edemanya di banding dengan daerah sekitar.
Sekarang Kita tinjau dari aspek relaxasi.
1.Kita lihat dari T1 rumusnya waktu T1 lemak lebih pendek dari pada air, atau sebaliknya Waktu T1 air lebih tinggi dari lemak maka M longitudinal lemak > dari pada air.Jika M longitudinal lebih besar sebelum pemberian pulsa RF maka M transversal juga besar sehingga menyebabkan sinyal tinggi maka pada gambaran lemak di T1 akan tampak terang dengan sebaliknya M longitudinal lebih kecil di air sehingga sinyal rendah maka gambaran air gelap pada T1.
2.Kita lihat dari T2 waktu T2 lemak kan pendek dari pada air logikanya M transfersal lemak meluruh lebih cepat.Besarnya M transfersal pada air lebih besar dari pada lemak sehingga sinyal dari air lebih tinggi yang berpengaruh air nampak terang pada kontras T2.Bagaimanapun Mt lemak lebih kecil sehingga sinyalnya rendah maka nampak gelap pada kontras T2.
Dari peristiwa relaxasi diatas maka nampak jika ada oedema kan ada kelebihan cairan di ekstra mauoun intraceluler maka peristiwa diatas bisa dijadikan acuan kenapa edema nampak lain dari jaringan sekitar.
Ok semoga bermanfaat.
Hello Guys sorry udah lama aku gak tulis2 informasi tentang MRI.Nah kali ini ada pertanyaan dari teman2 Radiografer yang menanyakan tentak T1 recovery yang biasanya di sebut Spin lattice.
Ok mari kita bahas materi ini
T1 bisanya kita sebut Waktu relaksasi longitudinal.Waktu relakasasi longitudinal menghasilkan pembobotan T1 yaitu citra yang kontrasnya tergantung pada perbedaan T1 time.T1 time adalah waktu yang diperlukan NMV untuk kembalinya 63% magnetisasi longitudinal dan dikontrol oleh TR karena TR mengontrol seberapa jauh vector dapat recover sebelum diaplikasi RF berikutnya.Maka untuk mendapatkan pembobotan T1, TR harus pendek sehingga lemak maupun air tidak cukup waktu untuk kembali ke Bo.Sehingga kontras lemak dan air dapat tervisualisasikan dengan baik.Jika TR nya panjang lemak dan air akan cukup waktu untuk kembali ke Bo dan recovery magnetisasi longitudinal secara penuh sehingga kejadian ini tidak dapat mendemonstrasikan keduanya dalam gambar.Ketika molecul mengabsorsi sebuah energy mereka mentransfer dari energi yang rendah ke energy yang lebih tinggi levelnya, sehingga kejadian ini menyebabkan ketidak stabilan sistem harus menjalani transisi dari level yang tinggi ke yang rendah untuk kembali kestabilan.untuk kembali pada konsisi yang stabil melibatkan perputaran energy ke yang lebih rendah dan kelebihan energi ini akan hilang dalam bentuk panas.Kejadian ini disebut “Lattice”.lihat Gb.1
Spin Lattice realaxation juga biasa disebut dengan longitudinal relaxation time.Ok teman2 semoga bermanfaat
Akan diadakan pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 08-10-2010
Tempat : Ruang MRI Lt.3 RS.Husada Utama Surabaya
Pukul : 08.00 WIB
Contact Persons : Ferry Indriasmoko HP : 081 938 101351
Difinisi Fistula : Fistula adalah saluran yang tidak normal antara dua epitel atau permukaan endotel gampangannya adalah saluran yang tidak semestinya ada.Ada penelitian
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa sekitar 2 juta perempuan memiliki fistula tidak diobati dan bahwa sekitar 100.000 perempuan setiap tahun mengembangkan fistula. Fistula paling banyak ditemukan di sub-Sahara Afrika dan Asia.
GEJALANYA APA ?
Gejala fistula dapat termasuk rasa sakit, demam, nyeri, gatal, dan umumnya merasa buruk. fistula juga dapat menguras nanah atau cairan yang berbau busuk. Gejala ini bervariasi berdasarkan tingkat keparahan dan lokasi fistula.
TYPE FISTULA
•Congenital ( e.g. oesophageal atresia with a fistulous communication with the trachea)
•Acquired : - external fistulas involve the
skin (e.g. enterocutaneous)
- internal fistulas affect adjacent
organs contiguously or more
through an intervening
abscess cavity (e.g. entro-
enteric,entrocolic,etc.)
•Arteriovenous fistulas are an abnormal communication between an artery and a vein it could be :
- congenital
- acquired :
*trauma
*iatrogenic ( for hemodialyisis )
Internal abdominal fistulas
internal abdomen fiteula :Biasanya dari gastro intestinal
( e.g. colonic diverticular disease, crohn’s disease, colonic carcinoma, radiation enteritis ,intestinal tuberculosis , chronic cholecystitis , etc )
External abdominal fistulas
External abdominal fistel biasanya timbul dari komplikasi pembedahan atau trauma pada cavum intraabdomen, atau juga karena pepbentukan abces primer yang melibatkan usus dan dan kulit biasanya di sebut fistula peri anal.Yang pada pembahasan kali ini saya akan memberikan contohnya.
Studi kasus
laki2 usia 43 tahun post pembedahan abces di gluteus beberapa hari kemudian terjadi luka habis operasi yang bernanah dan keluar cairan.Dari Rumah sakit Luar di Rujuk di RS.Husada Utama untuk dilakukan MRI Pelvis dengan kontras H20.
Pasien kita siapkan ganti baju MRI dengan melapas celana dalam, persiapan alat kesehatan hanya spuit 10cc Pz 10 cc dan jarum karet.Pasien saya masukkan di dalam gantri kita mulai proses scaning survey kemudian langsung saya masukan cairan PZ 10cc kedalam lubang fistel dan saya scan kembali.
sequense yang saya gunakan T1W, T2W, T2 Spair (teknik fat suppresion)
dan setelah di baca oleh Radiolog kesimpulannya adalah Perianal fistel yang kemudian bercabang 2 pada level prostat yang paling inferior, tampak track fistel berada di antara levator ani muscle dan rectum sisi kanan dan kiri.
Yang saya tekan kan disini adalah teknik membuat MRI nya untuk kasus fistula sebaiknya kita buat teknik fat suppresion untuk hasil yang lebih bagus.
Selamat mencoba ya…….
Saya membaca sebuah kiriman email dari : U.S Food & Drug Administration (FDA) fda@service.govdelivery.com
kepada : abusuquf@yahoo.co.id tanggal kamis;9 Sept 2010 23.00.27
The U.S Food & Drug Administration is requring that gadolinium-based contrast agent (GBCAs) carry new warnings on their labels about the risk of a rere and potentially fatal condition known as nephrogenic system fibrosis (NSF) ih the drug is administered to certain patients with kidney disease.
Three of the GBCAs – Magnevist, Omniscan, and Optimark-will be described as inappropriate for use among patients with acute kidney injury or chronic severe kidney disease.All GBCAs labels will emphasize the need to screen patients to detect these type of kidney dysfunction before administration.
GBCAs are intervenous drugs approved by the FDA for use with magnetic resonance imaging or magnetic resonance angiography to help detect abnormalities of body organs, blood vessel and other tissue.
NSF is a conditional involving the formation of excess fibrous connective tissue in the skin, joints, eyes and internal organs.Symtoms of NSF can include scalin, hardening, and tightening of the skin, red, or dark patches on the skin, and stiffness.NSF may lead to death, especially if it involves body organs.
For more information please visit : GBCAs
Owner belajar-mri mengucapkan selamat lebaran mohon maaf lahir dan batin, semoga segala amal ibadah kita di terima di sisiNYA.
Penyakit, Fahr: sindrom ini digambarkan pada tahun 1930 oleh T. Fahr adalah genetik (warisan) gangguan saraf ditandai dengan deposito abnormal kalsium di daerah tertentu dari otak (termasuk ganglia basal dan korteks serebral).
Gejala dapat mencakup kerusakan fungsi motorik, demensia, keterbelakangan mental, kelumpuhan kejang, dysarthria (buruk diartikulasikan pidato), kelenturan (kekakuan anggota badan), mata (mata) masalah, dan athetosis (paksa, menggeliat gerakan).
Fitur penyakit Parkinson seperti tremor, kekakuan (perlawanan terhadap gerakan yang dikenakan), penampilan wajah seperti topeng, menyeret kiprah, dan "pil-rolling" gerakan jari-jari juga dapat terjadi pada individu dengan sindrom Fahr's. Gejala lain mungkin termasuk distonia (nada otot tidak teratur), chorea (paksa, cepat, gerakan dendeng), dan kejang. Mulai dari gangguan yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari masa kanak-kanak sampai dewasa.
sindrom Fahr sehingga melibatkan kelainan sistem saraf (kalsifikasi otak, demensia, paraplegia spastik, athetosis), tengkorak (microcephaly, yaitu kepala yang abnormal kecil), mata (glaukoma, atrofi saraf optik, retinitis pigmentosa), dan masalah hormon yang signifikan, yaitu hypoparathyroidism (kelenjar paratiroid mengatur kalsium).
Penyakit ini diwariskan sebagai sifat resesif autosom di mana kedua orang tua membawa gen Fahr dan masing-masing anak-anak mereka (laki-laki dan perempuan sama) berdiri 1 pada 4 (risiko 25%) menerima kedua gen Fahr dan karena itu memiliki penyakit yang menakutkan ini.
Tidak ada obat untuk sindrom Fahr's, ataupun ada program standar perawatan. Perawatan diarahkan untuk meminimalkan gejala.
Prognosis (outlook) untuk individu dengan sindrom Fahr adalah miskin. kerusakan neurologis progresif akan menyebabkan cacat dan kematian.
Nama Alternatif untuk sindroma ini meliputi kalsifikasi serebral nonarteriosclerotic, penyakit Fahr, calcinosis striopallidodentate, calcinosis SPD, dan ferrocalcinosis serebrovaskular.
HASIL GAMBAR MRI UNTUK PENYAKIT FAHR
HASIL CT SCAN UNTUK PENYAKIT FAHR