Sabtu, 17 April 2010

STROKE Apa & Bagaimana ?

Stroke terjadi karena adanya gannguan aliran darah ke otak secara mendadak.Gangguan aliran darah tersebut akan mengakibatkan bagian otak yang seharusnya mendapat suplai darah dan nutrisi menjadi mati.Fase akut stroke berlangsut saat terjadinya serangan dan beberapa waktu sesudahnya

Pengaruh stroke dapat ringan seperti bicara pelo atau berat termasuk juga bisa mengakibatkan kelumpuhan dan gangguan fungsi penting seperti bicara,gerakan dan ingatan tergantung pada lokasi otak yang mengalami stroke.

Dikenal dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik akibat sumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah yang lain dan stroke perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah otak.

Gejala awal terjadinya stroke
Stroke dapat memberikan gejala atau tanda awal sebelum dia berlanjut menjadi lebih berat dan irreversible.Beberapa tanda stroke yang harus di waspadai adalah :

1.Kelemahan atau hilangannya sensasi rasa anggota gerak atau wajah ( seringkali hanya mengenai satu sisi )
2.Kesulitan atau hilangnya kemampuan berbicara atau kemampuan memahami pembicaraan
3.Hilangnya penglihatan tiba2, terutama satu mata
4.Nyeri kepala hebat dan tiba2 tanpa penyebab yang jelas
5.Rasa penuh di kepala yang sulit di jelaskan, hilangnya koordinasi dan keseimbangan

Stroke terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke otak secara mendadak.Gangguan aliran darah tersebut mengakibatkan bagian otak yang seharusnya mendapat suplai darah dan nutrisi menjadi mati.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pemeriksaan untuk pasien stroke
Seseorang dengan gejala2 stroke harus segera di bawa ke RS yang mempunyai fasilitas penanganan stroke.Diagnosa stroke harus di tegakkan oleh ahli yang berpengalaman melalui anamnesa ( wawancara pasien ) pemeriksaan fisik dan pemeriksaan neurologis yang dapat menentukan kemungkinan lokasi otak yang terkena.Sarana penunjang lain berupa pencintraan otak bai CT scan atau MRI angiografi pembuluh darah otak harus tersedia. dan di lakukan sedini mungkin dalam 24 jam.

Minggu, 04 April 2010

Lama Tak Jumpa

Hello teman2 radiografer yang saya cintai, udah lama saya gak ngisi blog MRI ini karena kesibukan dan lagi buka warung he he he he.
sebentar lagi saya akan menulis materi 2 yang bagus berkisar tentang MRI kebetulan akhir2 ini banyak kasus2 yang menarik2.Informasi yang ke dua adalah PARI JATIM telah meluncurkan web http://parijatim.or.id/ tetapi masih dalam perbaikan semoga dengan web ini semua aspirasi radiografer akan tertampung.nah untuk menulis uneg2 bisa kirim email ke parijatim@yahoo.co.id
Nah teman2 radiografer sekarang sudah punya ladang untuk berbagi ayooo rame2 kita isi.

salam Ferry Indriasmoko

Selasa, 09 Februari 2010

Setelah operasi hemifacial spasm

 Penyakit hemifacial spasm (HFS) atau lebih dikenal dengan penyakit muka metot pernah diderita oleh Bapak X ( tidak perlu disebut namanya ).5 tahun yang lalu.Bapak dari seorang putra ini merasa terganggu oleh penyakitnya, bahkan ia enggan tampil di depan umum, termasuk memenuhi beberapa undangan, karena ia sangat terganggu dengan penyakit ini.

Awalnya di tahun 2001 pria yang sekarang berusia 38tahun  dan pengusaha dari Jakarta ini hanya merasakan kedutan dimata kirinya, namun satu tahun kemudian menjalar ke bagian pipi.Dan pada tahun 2003 bibirnya pun ikut tertarik sehingga menyebabkan mata kirinya juga ikut tertarik hingga keadaanya tertutup.Kemudian menjalar ke bagian leher dan ia merasakan kejang kejang, hingga wajah Bapak ini metot ke kiri..Berbagai hal telah ia lakukan untuk menutupi panyakitnya,salah satunya dengan memakai kacamata hitam apabila keluar rumah,namun kaca mata hitam tidak membantu, justru hampir mencelakakannya, suatu hari ketika sedang mengemudi, Bapak ini tidak dapat melihat kaca spion sebelah kiri karena mata kirinya tertutup, beruntung pada saat itu tidak sendirian ada sorang teman yang membantu.

Berbagai usaha telah ditempuh oleh Bapak ini untuk menyembuhkan penyakitnya salah satu diantaranya adalah berobat ke Rumah sakit di jakarta, namun dia hanya diberikan suntikan Botox yang awalnya memang dapat menyembuhkan metotnya namun setelah 3 bulan keluhan masih datang lagi.Sampai pada suatu saat bapak ini pergi ke rumah sakit Singapura lagi2 di suntik Botox dan awalnya baik2 saja setelah 3 bulan wajahnya kembali tertarik.

Sampai suatu saat Bapak ini pergi ke Surabaya untuk berobat ke Rumah sakit husada Utama dan dimintakan MRI irisan khusus HFS setelah MRI hasil langsung di berikan ke dokter saraf berupa CD dan pasien lagsung di jelaskan oleh dokter syaraf, besoknya di lakukan operasi selama 2 jam.Setelah operasi hingga saat ini Bapak ini sudah tidak merasa keluhannya ada lagi, jadi sekarang Bapak ini sudah punya kepercayaan diri lagi untuk bersosislisasi dengan masyarakat.