Senin, 08 September 2008

deteksi epilepsi dengan MRI 1,5T















Abstrak
Epilepasi merupakan salah satu penyakit neurologis utama sengan permasalahan yang komplek.Epilepsi memiliki beban sakit yang signifikan terutama di negara2 berkembang.Telaah pustaka ini menunjukkan bahwa tingkat cidera dan kematian penyandan epilepsi lebih tinggi di banding dengan populasi normal.

Pendahuluan
Epilepsi, berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti 'serangan'. Perlu diketahui, epilepsi tidak menular, bukan penyakit keturunan, dan tidak identik dengan orang yang mengalami ketebelakangan mental. Bahkan, banyak penderita epilepsi yang menderita epilepsi tanpa diketahui penyebabnya.

Penyebab Epilepsi
Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot].
Pada penderita epilepsi, terkadang sinyal-sinyal tersebut, tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain; trauma kepala (pernah mengalami cedera didaerah kepala), tumor otak, dan lain sebagainya.
Umumnya epilepsi mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam process kelahiran, luka kepala, strok, tumor otak, alkohol. Kadang epilepsi mungkin juga karena genetik, tapi epilepsi bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.

Diagnosis
Hippocrates adalah orang pertama yang berhasil mengidentifikasi gejala epilepsi sebagai masalah pada otak, roh jahat, dan sebagainya. Seseorang dapat dinyatakan menderita epilepsi jika orang tersebut telah setidaknya mengalami kejang yang bukan disebabkan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah. Alat bantu yang digunakan biasanya adalah:
  • MRI (Magnetic resonance imaging) Menggunakan magnet yang sangat kuat untuk mendapatkn gambaran dalam tubuh/ otak seseorang. Tidak menggunakan X-Ray. MRI lebih sensitif dripada CT-Scan.
  • EEG (electroencephalography) alat untuk mengecek gelombang otak.

bagaimana Menggunakan MRI sebagai modalitas utama untuk kasus epilepsi ?

Studi kasus :
Laki2 usia 18 th datang ke RS dari dokter saraf diduga epilepsi, dengan keluhan sering kejang dan pingsan.Pasien tersebut datang membawa surat permintaan MRI brain.
Pada saat diajak komunikasi lancar dan normal, anggota gerak tubuh yang lain normal.Tidak ada tanda2 yang abnormal.

parameter MRI yang kita gunakan di RS.Spesialis Husada Utama Surabaya adalah sebagai berikut :

Sequences axial
T2-weighted (as basic sequences ) slice thickness : 3mm sejajar temporal lobe.slice gap 0,3mm lebih bagus faktor yang juga berpengaruh terhadap gambar salah satunya recon voxel size juga harus diperhatikan semakin besar semakin tidak bagus.Penggunaan rest slab juga sangat membantu ketajaman gambar sebaiknya di letakkan pararel dengan irisan.
-TR : 3500-4500
-TE : 100-120

Sequences coronal
T2-Flair ((as basic sequences ) slice thickness : 3mm tegak lurus dengan temporal lobe dengan slice gap 0.3mm.Penggunaan rest slab tidak perlu.
-TR :7000
-TE : 40

MR spectroscopy sangat menentukan sekali pemeriksaan ini.Sequences ini sangat membantu menegakkan diagnosa.

Bagaimana membuat spectroscopy untuk mendiagnosa epilepsi

Pilih Potongan coronal T2W_flair agar lebih mudah dalam mencari area ( voxel ) yang mau di spectroscopy.tempatkan voxel pada hypocampus beri beberapa rest lab ( Philips ) saturasi ( GE ).agar spctral dapat dinilai dengan baik.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar