Senin, 31 Agustus 2009

DIFFUSION WEIGHTED IMAGE (DWI) PADA STROKE ISKEMIK

Dalam jaringan otak yang mengalami iskemik,terjadi penurunan difusi,sehingga ADC akan menurun.Faktor penyebab penurunan ADC pada jaringan iskemik antara lain :

1.Iskemik menyebabkan gannguan pada siklus yang memproduksi ATP/GTP yang berperan dalam pembentukan neurofilamen dan neurotulobus sebagai pemelihara transport sitostruktur.Dalam keadaan normal transpor ini akana memberikan mobilitas tambahan bagi molekul air.

2.Pada edema sitotoksik akibat iskemik terjadi pergerakan cairan dari ruang ekstra cell ke intra cell, sehingga terjadi penurunan ukuran ruangan eksytracel dan peningkatan tortousity ruang ekstra cell.

Schaefer dkk melaporkan bahwa restriksi difusi yang berkaitan dengan iskemia pada orang dewasa mulai terjadi dalam 30 menit post ictus, ADC pada awal iskemia menurun secara kontinue.Puncak penurunan signal ADC terjadi pada 8-32jam, dan sisisanya menurun secara bermakna dalam 3-5hari.Penurunan difusi ini ditunjukan dengan hyperintense pada DWI dan hypointense pada ADC map.ADC akan kembali ke baseline setelah 1-4 minggu.Hal tersebut menandakan adanya edema sitotoksik yang persisten ( yang berhubungan dengan penurunan difusi) serta berkembangnya edema vasogenik dan kerusakan membran sel yang menyebabkan meningkatnya air ekstraselluler ( yang berhubungan dengan meningkatnya difusi ) tampak hyperintens ringan pada DWI dan tampak isointese pada ADC map.


Setelah itu ADC mulai meningkat akibat adanya akumulasi cairan pada ruanga ekstraceluler, kavitas jaringan dana gliosis.Hal ini memberikan gambaran hypointense ringan, isointense maupun hiperintens pada DWI ( tergantung dari kekuatan komponen T2 dan komponen DIFUSINYA ) serta hyperintense pada ADC map.

Pseudonormal adlah keadaan dimana ADC suatu jaringan menyerupai keadaan jaringan otak normal,tetapi jaringannya sendiri sebenarnya mengalami infark.Reperfusi dini dapat menyebabkan pseudonormalisasi pada saat yang sangat awal.pada penderita dengan reperfusi yang sangat cepat dapat timbul edema vasogenik yang yang lebih awal, sehingga terjadi peningkatan nilai ADCpada saat yang sangat awal.

Studi yang lain menunjukkan adanya ADC yang berbeda dalam satu area infark yaitu area dengan ADC yang rendah,pseudonormal maupun meningkat.Hal tersebut diduga menandakan perbedaan tahap temporer dari evolusi jaringan menuju ki infark.

Jika terjadi infark yang kronis difusi akan meningkat,sehingga DWI menunjukan gambaran yang isointense, sedangkan ADC map akan tampak hyperintense.Imaging konvensional tidak dapat membedakan antara edemasitotosik dengan edema vasogenik,dimana kedua jenis ini sama2 memberikan gambaran hyperintens pada T2W-MRI di daerah substansia alba maupun grisea.DWI dapat membedakan edema vasogenik ditandai dengan peningkatan difusi akibat peningkatan relatife air ekstracel dan disini air bersifat mobile.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar